MENIKAH

MUKADIMAH

bissmillahirohmanirrohim

“Wahai para pemuda,barang siapa diantara kalian telah sanggup untuk berumah tangga,maka menikahlah.karena sesungguhnya pernikahan itulebih dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan.barangsiapa belum sanggup,wajiblah ia berpuasa,karena sesungguhnya puasa itu senjata bagi dirinya.”(HR.BUKHORI dan MUSLIM)

tulisan ini merupakan kajian dari sunnah nabi Muhammad saw,yang mulia sebagai lampu obor yang menerangi jalan kebahagiaan dan kemuliaan bagi manusia,dengan kehendak ALLAH azza Wajalla ,kajian ini membahas urusan terpenting manusiayang amat sangat berpengaruh terhadapkehidupannya,yaitu pernikahan…!

  • BAB I.indahnya menikah

Ibnu mas’ud .ra adalah seorang lekaik yang miskin dan sama sekali tidak memiliki biaya yang cukup untuk menikah.sebagai khalifah,utsman bib affan ra.bersedia menanggung semua biaya pernikahan tersebut.dalam artian ini bahwa pemerintah bertanggung jawab  sebagai khalifah atau pemimpin bagi kaum muslimin.tidak disngsikan lagi bahwa pemuda memang membutuhkan pernikahan dalam rangka menjaga kehormatan diri,menundukan pandangan dan memelihara kemaluannyasehingga dapat membangun suatu keluarga yang baik,yang mengahsilkan keturunan yang memberi bobot kepada dunia ini dengan kalimat LA ILAHA ILALLAH…….

sementara itu kata al-ba’ah memiliki asal kata yang berarti tempat unta kembali pulang,yang kemudian dijadikan ungkapan untuk rumah,lalu kata itu juga digunakan untuk menyebut persetubuhankarena secara umum hal itu hanya dapat dilakukan di dalam rumah,atau juga lelki merasa tenteram bersama istrinya tatkala ia dirumah.namu yang pasti ulama berbeda pendapat mengenai makna al-ba’ah ini sendiri,pertama secara bahasa yaitu persetubuhan,sehingga artinya menjadi beban dalam hal kesanggupan persetubuhan,dan yang kedua maknanya berarti beban pernikahan/beban-beban pernikahan.sehingga al-ba’ah diinterprestasikan sebagai beban-beban,maka artinya menjadi tepat.

ALLAH pun telah berfirman dalam kitabullah,QS.An-Nur:32:

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu,dan orang-orang yang layak (berkawin)dari hamba-hamba sahayamuyang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang permpuan.jika mereka miskin maka Allah akan memampukan mereka dengan karunianya,dan Allah maha luas (pemberianNya)lagi maha mengetahui(QS.An-Nur:32)

Abdullah Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengajari kami khutbah pada suatu hajat: (artinya = Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, kami meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami. Barangsiapa mendapat hidayah Allah tak ada orang yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa disesatkan Allah, tak ada yang kuasa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya) dan membaca tiga ayat. Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits hasan menurut Tirmidzi dan Hakim.

  • BAB II.mengelola ketakutan dan kekhawatiran menikah

Mungkin ketika mendengar kata yang satu ini ada sebagian pemuda yang beranggapan bahwa dalam kata”menikah”adalah salah satu momok yang menakutkan bahkan perlu suatu sikap yang apriori dengan dunia ini,tapi itu semua hanyalah bagian dari naluri manusiawi dan pola pikir yang belum terbiasa dengan yang disebut ”Ilmu”,karena mengapa?ya tentu saja,dalam melakukan segala sesuatu seseorang butuh akan ilmu,begitu juga dengan dunia pernikahan dan seluk beluk didalamnya.orang yang belum berilmu atau bahkan tidak berilmu tentu saja akan mersa bahwa menikah adalah,sesuatu yang”Wah” tanpa memikirkan kembali akan hakikat dan nilai-nilai suci yang terkandung didalamnya.(temporer)

  • BAB III.beberapa hal tentang pernikahan
  • BAB IV.pra nikah
  • BAB V.menentukan pilihan
  • BAB VI.mahar dan pernikahan Rasulullah SAW.

Sahal Ibnu Sa’ad al-Sa’idy Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seorang wanita menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, aku datang untuk menghibahkan diriku pada baginda. Lalu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memandangnya dengan penuh perhatian, kemudian beliau menganggukkan kepalanya. Ketika perempuan itu mengerti bahwa beliau tidak menghendakinya sama sekali, ia duduk. Berdirilah seorang shahabat dan berkata: “Wahai Rasulullah, jika baginda tidak menginginkannya, nikahkanlah aku dengannya. Beliau bersabda: “Apakah engkau mempunyai sesuatu?” Dia menjawab: Demi Allah tidak, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: “Pergilah ke keluargamu, lalu lihatlah, apakah engkau mempunyai sesuatu.” Ia pergi, kemudian kembali dam berkata: Demi Allah, tidak, aku tidak mempunyai sesuatu. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Carilah, walaupun hanya sebuah cincin dari besi.” Ia pergi, kemudian kembali lagi dan berkata: Demi Allah tidak ada, wahai Rasulullah, walaupun hanya sebuah cincin dari besi, tetapi ini kainku -Sahal berkata: Ia mempunyai selendang -yang setengah untuknya (perempuan itu). Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apa yang engkau akan lakukan dengan kainmu? Jika engkau memakainya, Ia tidak kebagian apa-apa dari kain itu dan jika ia memakainya, engkau tidak kebagian apa-apa.” Lalu orang itu duduk. Setelah duduk lama, ia berdiri. Ketika Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melihatnya berpaling, beliau memerintah untuk memanggilnya. Setelah ia datang, beliau bertanya: “Apakah engkau mempunyai hafalan Qur’an?” Ia menjawab: Aku hafal surat ini dan itu. Beliau bertanya: “Apakah engkau menghafalnya di luar kepala?” Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Pergilah, aku telah berikan wanita itu padamu dengan hafalan Qur’an yang engkau miliki.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim. Dalam suatu riwayat: Beliau bersabda padanya: “berangkatlah, aku telah nikahkan ia denganmu dan ajarilah ia al-Qur’an.” Menurut riwayat Bukhari: “Aku serahkan ia kepadamu dengan (maskawin) al-Qur’an yang telah engkau hafal.”

  • BAB VII.resepsi pernikahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: